Renungan Hari Ini

Kisah_Para_Rasul 16:13-18
Jumat, Oktober 02, 2020
Sel, Agu 06, 2019

PEMBERIAN YANG BERKENAN DI HATI ALLAH (1)

2_Korintus 8:1-14 by Pdt. Heru Tri Budiyanto S.PAK
“Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.” (ayat 5)
Series:IV/2019

 

            Kalau ingin menuai harus menabur. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Jangan pernah mengharapkan akan menuai kalau tidak pernah menabur. Demikian juga dengan memberi, kalau kita ingin menerima sesuatu, maka kita juga harus memberi. Tetapi bagaimanakah prinsip memberi itu agar kita bisa menerima?

Memberi tidak tergantung dengan kondisi

            Memberi tidak tergantung dari kondisi seseorang tetapi dari sikap hati. Jemaat Makedonia adalah jemaat yang miskin dan mengalami berbagai penderitaan, tetapi mereka tetap turut mengambil bagian untuk memberikan persembahan dalam membantu jemaat yang ada di Yudea yang sedang mengalami bencana kelaparan (ayat 1-3). Semiskin-miskinnya   orang,   pasti   ada sesuatu yang bisa ia berikan kepada orang lain. Dan sikap memberi juga merupakan kesempatan bagi seseorang untuk dapat merubah keadaan.

Memberi harus sesuatu yang ada pada kita.

            Pemberian yang berkenan kepada Allah adalah pemberian yang didasari sesuatu yang ada pada kita (ayat 12). Kalau sungguh kita memiliki hati yang penuh dengan kemurahan, maka kita akan memberikan dari apa yang ada pada kita tanpa harus melanggar firman Tuhan atau bersikap egois. Karena memberi itu adalah sebuah anugerah yang perlu kita jalankan dan syukuri. Ingatlah, apapun yang ada pada Anda sebagian adalah milik orang lain.

Memberi bertujuan agar terjadi keseimbangan

            Memberi adalah sebuah kesempatan untuk memenuhi hukum keseimbangan (ayat 13). Kalau ingin memiliki kehidupan yang sehat, maka kita harus memenuhi hukum ini. Kalau tidak maka kehidupan kita akan mengalami penyimpangan. Hal itulah yang terjadi di masyarakat kita, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Kalau saja hukum keseimbangan ini dipenuhi, maka masyarakat kita akan semakin sehat.

            Orang kaya bukan berarti tidak akan pernah menerima sesuatu dari seseorang dan orang miskin bukan berarti tidak akan bisa memberikan sesuatu. “Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan (ayat 14). (MS/KB/IV/2019)

 

Pemberian yang berkenan kepada Allah adalah pemberian yang didasari sesuatu yang ada pada kita

Powered by: truthengaged

Renungan Kirbat

About this series

IV/2019
Text: Titus 2:11-15
Sab, Agu 31, 2019
Text: Lukas 10:25-35
Jum, Agu 30, 2019
Text: Ayub 2:1-13
Kam, Agu 29, 2019
Text: Kisah_Para_Rasul 27:21-26
Rab, Agu 28, 2019
Text: Kisah_Para_Rasul 27:11-30
Sel, Agu 27, 2019
Text: Kisah_Para_Rasul 6:1-7
Sen, Agu 26, 2019
Text: Kisah_Para_Rasul 4:32-37
Min, Agu 25, 2019

Menjadi Mitra Kami

Menjadi Mitra Kirbat Baru dalam menggenapi panggilan Tuhan untuk menjadi berkat bagi Indonesia.

Tentang Kirbat Baru

Kirbat Baru merupakan pelayanan literatur berupa renungan dan jurnal rohani dwi-bulanan yang dikemas secara tematik untuk memudahkan orang percaya fokus bertumbuh dalam setiap area kehidupan secara progresif. Lembar catatan dan pokok doa menjadikan Kirbat Baru sebagai jurnal rohani untuk orang percaya dalam mengevaluasi perjalanan rohaninya.

kirbatbaru-home