Renungan Hari Ini

Yohanes 14:15-31
Senin, Agustus 10, 2020
Rab, Okt 16, 2019

TAAT SAMPAI AKHIR

2_Raja_Raja 10:18-36 by Pdt. Mauli Siahaan MTh
"Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya; ia tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula." (ayat 31)
Series:V/2019

 

Yehu, adalah orang yang pada mulanya sangat bersemangat bagi Allah. Dia menjalankan perintah Allah berkenaan dengan penghukuman bagi keluarga Ahab. Dia juga menghabisi semua orang Israel yang pernah menyembah Baal mulai dari para pelayannya sampai dengan para simpatisannya. Karena tindakannya ini, Allah memberkati dia dan keturunannya (ayat 30). Tetapi kemudian dia tidak lagi hidup bagi Allah dengan sepenuh hati. Apa yang sesungguhnya terjadi agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama?

Ia mengizinkan penyembahan anak lembu emas

Karena alasan-alasan politik, Yehu melanjutkan penyimpangan yang telah dimulai oleh Yerobeam. Yerobeam telah melanggar perjanjian dengan membawa Israel menyembah berhala anak lembu di Betel dan Dan. Hal itu terjadi karena Yehu tidak mau kehilangan pengaruh di Israel sehingga ia mencoba memikat hati rakyat dengan cara yang melanggar firman Allah. Karena tindakan Yehu ini, Israel kemudian dibuang. Jadi Yehu menghancurkan nilai dari pekerjaannya sendiri.

Seringkali kebangunan rohani yang direncanakan Allah bagi suatu bangsa terhalang karena kegagalan seorang pemimpin yang dikuasai ambisi pribadi dan cinta akan kekuasaan. Kebangunan rohani dan pembaharuan besar mati ketika kepentingan diri sendiri diprioritaskan daripada maksud Allah.

Ia tidak sepenuh hati mengikuti Tuhan

                “Tetapi Yehu tidak tetap hidup menurut hukum TUHAN, Allah Israel, dengan segenap hatinya;” (ayat 31) Walaupun Yehu memulai dengan baik, tetapi dia tidak mengakhirinya dengan baik. Sebab di kemudian hari dia melayani Allah dengan motivasi yang tercemar oleh sifat mementingkan diri yang duniawi dan bukan karena perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kebenaran dan kekudusan, sehingga akhirnya di kemudian hari Allah menghukum keluarganya.

                Allah menghendaki ketaatan total dari umat-Nya. Ketika kita memutuskan untuk mengikut Dia, tidak boleh ada hal apa pun yang lebih penting dari pada Tuhan. Jangan hanya memulai dengan ketaatan, tetapi berusahalah taat sampai akhir. (MS/KB/V/2019)

Kebangunan rohani mati ketika kepentingan diri sendiri diprioritaskan daripada maksud Allah

Powered by: truthengaged

Renungan Kirbat

About this series

V/2019
Text: 1_Raja_Raja 11:1-13
Sab, Okt 19, 2019
Text: 1_Raja_Raja 1:1-27
Jum, Okt 18, 2019
Text: 2_Raja_Raja 13:14-21
Kam, Okt 17, 2019
Now playing
TAAT SAMPAI AKHIR
Text: 2_Raja_Raja 10:18-36
Rab, Okt 16, 2019
Text: 2_Korintus 12:6-19
Sel, Okt 15, 2019
Text: 2_Korintus 12:6-10
Sen, Okt 14, 2019
Text: 2 Samuel 15:1-12
Min, Okt 13, 2019

Menjadi Mitra Kami

Menjadi Mitra Kirbat Baru dalam menggenapi panggilan Tuhan untuk menjadi berkat bagi Indonesia.

Tentang Kirbat Baru

Kirbat Baru merupakan pelayanan literatur berupa renungan dan jurnal rohani dwi-bulanan yang dikemas secara tematik untuk memudahkan orang percaya fokus bertumbuh dalam setiap area kehidupan secara progresif. Lembar catatan dan pokok doa menjadikan Kirbat Baru sebagai jurnal rohani untuk orang percaya dalam mengevaluasi perjalanan rohaninya.

kirbatbaru-home