Renungan Hari Ini

Yohanes 15:18-27
Rabu, Agustus 12, 2020
Sab, Agu 01, 2020

KEPENTINGAN SIAPA?

Yohanes 12:1-11 by Martisto Satyanaraghana
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. (ayat 3)
Series:Agustus 2020

 

Kisah dalam perikop ini tidak asing bagi kita karena memang Tuhan Yesus sendiri telah menyatakan bahwa tindakan wanita yang mengurapi-Nya itu, akan selalu dikenang sebagai bagian dari Injil. Mari belajar dari orang-orang di dalam peristiwa tersebut untuk mengevaluasi kehidupan kita.

Orang yang mengutamakan pribadi sendiri

Yudas Iskariot, merepresentasikan orang yang memikirkan kepetingannya sendiri. Ia berusaha membungkus motivasinya yang tersembunyi dengan kedok perkataan yang terdengar penuh kebaikan (ay. 5), namun Injil Yohanes mengungkapkan maksud sebenarnya yang tidak murni (ay. 6). Tak jarang orang berusaha menutupi kepentingan pribadinya dengan perkataan dan perbuatan baik bahkan hal rohani untuk menyamarkan motivasi pribadinya dihadapan orang, namun ingatlah Tuhan mengetahui semua motivasi manusia yang terdalam.

Orang yang mengutamakan kepentingan Yesus

Sebaliknya, Maria, menggambarkan seseorang yang sungguh-sungguh mengutamakan pribadi Yesus. Hal ini dinyatakan dengan penghormatannya pada Yesus dengan mempersembahkan miliknya yang berharga berupa setengah kati minyak Narwastu murni untuk dipakai mengurapi Yesus. Harga yang ia ‘bayar’ sebagai bentuk penghargaannya atas diri Yesus tidaklah kecil, minyak narwatus seharga 300 dinar atau sebanding dengan upah kerja seseorang selama satu tahun. Tetapi itu menjadi tidak ada artinya dibandingkan rasa hormatnya pada Yesus. Maria lebih lagi menunjukkan kerendahan hatinya dengan melakukan hal yang terlihat hina, yakni menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Inilah sikap orang yang mengutamakan Tuhan, dia tidak peduli apa kata orang, tetapi akan memberikan yang terbaik bagi Tuhan, karena ia sungguh-sungguh menghormati Tuhan yang ia sembah.

Pribadi lain yang dicatat dalam perikop ini adalah Lazarus, yang menjadi sasaran pemufakatan para imam untuk dibunuh, karena ia telah beroleh mujzat Tuhan dan menjadi pengikut Yesus.

Bagaimana dengan kita saat ini? Ketika kita merefleksikan hidup kita dari apa yang Yudas, Maria dan Lazarus alami, adakah motivasi kita sungguh-sungguh murni dalam mengikut Yesus? Apakah hidup kita adalah ibadah yang lahir dari hati yang tulus untuk menghormati Tuhan? Apakah kita mengasihi-Nya hingga rela mati untuk Dia? (MSN/KB/Agust/2020)

 

Apakah hidup kita adalah ibadah yang lahir dari hati yang tulus untuk menghormati Tuhan?

Powered by: truthengaged

Renungan Kirbat

About this series

Agustus 2020
Text: Yohanes 15:18-27
Rab, Agu 12, 2020
Text: Yohanes 15:1-17
Sel, Agu 11, 2020
Text: Yohanes 14:15-31
Sen, Agu 10, 2020
Text: Yohanes 14:15-31
Min, Agu 09, 2020
Text: Yohanes 14:1-14
Sab, Agu 08, 2020
Text: Yohanes 13:31-38
Jum, Agu 07, 2020
Text: Yohanes 13:21-30
Kam, Agu 06, 2020

seko-pemulih

Menjadi Mitra Kami

Menjadi Mitra Kirbat Baru dalam menggenapi panggilan Tuhan untuk menjadi berkat bagi Indonesia.

Tentang Kirbat Baru

Kirbat Baru merupakan pelayanan literatur berupa renungan dan jurnal rohani dwi-bulanan yang dikemas secara tematik untuk memudahkan orang percaya fokus bertumbuh dalam setiap area kehidupan secara progresif. Lembar catatan dan pokok doa menjadikan Kirbat Baru sebagai jurnal rohani untuk orang percaya dalam mengevaluasi perjalanan rohaninya.

kirbatbaru-home