Renungan Hari Ini

1_Timotius 6:11-21
Senin, Juni 21, 2021
Jum, Okt 09, 2020

PRISKILA DAN AKWILA

Kisah_Para_Rasul 18:18-28 by Pdt. Heru Tri Budiyanto S.PAK
Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes (ayat 25)
Series:Okt 2020

 

Priskila dan Akwila adalah orang Yahudi, suami istri, tukang kulit (Kis. 18:3), sahabat setia Paulus. Paulus tinggal bersama mereka dan bekerja bersama-sama (Kis. 18:1-3). Mungkin pada waktu itulah keduanya mempertaruhkan nyawa demi Paulus (Rm. 16:3); mungkin juga mereka mengarahkan perhatian Paulus kepada kebutuhan dan kesempatan di Roma.

Ketika Paulus berangkat dari Korintus, mereka menemaninya sampai Efesus. Di Efesus Priskila dan Akwila menampung dan membantu memperteguh iman Apolos, tokoh berpengaruh, seorang Yahudi yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci (Kis. 18:18-28).

Dari dua hal di atas kita bisa melihat panggilan pasangan suami istri, Priskila dan Akwila ini, yaitu orang yang memiliki hati untuk mendukung orang-orang yang memberitakan Injil Yesus Kristus. Jika kita teliti lebih jauh, maka pelayanan Priskila dan Akwila ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kemajuan pelayanan Paulus maupun Apolos.

Belajar dari Priskila dan Akwila, sebenarnya setiap orang bisa membawa manfaat yang unik bagi pekerjaan Tuhan atau pemberitaan kabar baik tentang Yesus Kristus. Tidak semua orang dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan yang sepenuh waktu melayani dan mencari peluang untuk bisa memberitakan Injil, tetapi semua orang Kristen dipanggil untuk menjadi bagian dari pekerjaan Allah menyelamatkan manusia.

Para hamba Tuhan, penginjil dan pendeta, tidak bisa bekerja sendiri, mereka membutuhkan dukungan dari orang-orang Kristen lainnya. Berbagai sumber daya, keahlian dan akses ke berbagai kalangan sosial akan memberikan kontribusi yang sangat positif bagi para hamba Tuhan untuk memperluas pelayanan pemberitaan Injil.

Jadi, siapapun kita dan apapun pekerjaan atau status sosial kita, tidak ada alasan bagi kita menjadi orang Kristen yang pasif. Kita bisa berkontribusi dalam pekerjaan Tuhan bersama para hamba Tuhan melalui keuangan, keahlian, relasi sosial, atau menjadi ‘volunteer’ program-program misi. Karena Tuhan mencari orang yang mau dan rela, bukan orang yang punya segalanya. Kalau kita mau dan rela maka sekecil atau sesederhana apapun kontribusi kita, itu merupakan hal yang mulia dan istimewa bagi pekerjaan Tuhan. (HTB/KB/OKT/2020)

Siapapun kita dan apapun pekerjaan atau status sosial kita, tidak ada alasan bagi kita menjadi orang Kristen yang pasif

Powered by: truthengaged

Renungan Kirbat

About this series

Okt 2020
Text: Kisah_Para_Rasul 23:23-35
Rab, Okt 21, 2020
Text: Kisah_Para_Rasul 23:12-22
Sel, Okt 20, 2020
Text: Kisah_Para_Rasul 23:1-11
Sen, Okt 19, 2020
Text: Kisah_Para_Rasul 22:23-30
Min, Okt 18, 2020
Text: Kisah_Para_Rasul 21:37-22:22
Sab, Okt 17, 2020
Text: Kisah_Para_Rasul 21:27-36
Jum, Okt 16, 2020
Text: Kisah_Para_Rasul 21:15-26
Kam, Okt 15, 2020

seko-pemulih

Menjadi Mitra Kami

Menjadi Mitra Kirbat Baru dalam menggenapi panggilan Tuhan untuk menjadi berkat bagi Indonesia.

Tentang Kirbat Baru

Kirbat Baru merupakan pelayanan literatur berupa renungan dan jurnal rohani dwi-bulanan yang dikemas secara tematik untuk memudahkan orang percaya fokus bertumbuh dalam setiap area kehidupan secara progresif. Lembar catatan dan pokok doa menjadikan Kirbat Baru sebagai jurnal rohani untuk orang percaya dalam mengevaluasi perjalanan rohaninya.

kirbatbaru-home