Renungan Hari Ini

1_Raja_Raja 11:1-13
Oktober 19, 2019
Jumat, 29 November 2013 21:26

Fokus Kirbat

Ditulis oleh HTB

Keluarga yang Berpusat Pada Kristus

 

Keluarga yang Berpusat Pada Kristus

 

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya (Mazmur 127:1b)

Keluarga adalah rencananya TUHAN. Dia yang merancang, Dia yang berinisiatif dan Dia jugalah yang merencanakan bagaimana sebuah keluarga bisa terbentuk dan terbangun. Karena itu menjadi sia-sia jika kita berusaha membangun keluarga kita tanpa Dia. Kita akan salah pilih, salah cara dan salah membangun. 

ilustrasi-fokus-kirbat1Dalam konteks seperti itulah maka kita harus membangun keluarga kita berpusat pada pribadi Yesus Kristus, karena dalam Dialah seluruh kepenuhan Allah dinyatakan kepada kita. Di dalam Kristus semua rencana Allah yang telah dirusak oleh dosa dipulihkan. Di dalam Kristus semua cara salah yang telah menjadi pola dasar manusia berdosa dibetulkan. Dan di dalam Kristus juga semua rencana, tujuan dan keinginan kita dikembalikan kepada blue printnya Allah.

Dari Alkitab kita bisa belajar bagaimana keputusan Adam dan Hawa untuk menjadikan keinginan dan obsesi mereka sendiri menjadi pusat kehidupan keluarga menyebabkan tragedy yang berkepanjangan di dalam pohon keluarganya. Demikian juga keluarga Abraham, ketika mereka mengambil jalan yang tidak sesuai dengan prosesnya TUHAN maka keturunannya mengalami berbagai konflik yang berkepanjangan. 

Kristus datang untuk memulihkan segala sesuatu, termasuk di dalam keluarga. Bahkan pemulihan keluarga ini menjadi prioritas yang penting dalam karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus.  

Sebelum Yesus lahir, Allah memberikan anugerah kepada keluarga Zakharia dan Elisabet sehingga mereka bisa melahirkan Yohanes di masa tuanya, bahkan ketika dinyatakan bahwa Elisabet mandul. Anak yang mereka lahirkan menjadi nazirnya Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus Kristus Sang Mesias. 

Kemudian Allah memilih pasangan pranikah Yusuf dan Maria untuk menjadi jalan bagi kelahiran Mesias. Artinya, mereka memasuki pernikahan untuk menggenapi rencana Allah. Kemudian mereka bertindak sebagai orang tua yang membesarkan Yesus dan mempersiapkan Yesus untuk menggenapi karya keselamatan yang diamanatkan Bapa di sorga.

Setelah Yesus lahir, ada dua orang yang sudah lanjut usia yang beroleh anugerah untuk mengakhiri hidupnya dalam sukacita karena mereka telah melihat dan berjumpa secara pribadi dengan Mesias. Kakek nenek yang bahagia ini bernama Simeon dan Hana.

Kemudian pelayanan dan mukjizat Yesus yang pertama adalah menyelamatkan aib sebuah pernikahan dengan mengubah air menjadi anggur sehingga pesta pernikahan mereka tetap dipenuhi dengan sukacita. 

Dalam banyak perumpamaan Yesus, Ia seringkali menceritakan tentang pesta pernikahan, hubungan ayah dan anak, sukacita dalam keluarga dan sebagainya. Hal ini membuktikan, bahwa bagi Tuhan keluarga itu sangat penting karena lewat keluargalah Tuhan ingin menggenapi rencana-Nya. 

Jika kita menyadari hal ini, maka sudah seharusnya kita membangun keluarga kita berpusat pada Dia, bersama dengan Dia dan untuk Dia. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Dia selama-lamanya. Amin!

Menuju Keluarga Bahagia

 

Tips Menuju Keluarga Bahagia

Pasangan suami-istri jangan pernah berhenti untuk belajar bagaimana membuat sebuah keluarga bagaikan sorga. Berbagai buku, naskah media, program televisi kerap mengajarkan atau memberi tips untuk menyelamatkan sebuah perkawinan.

Berikut ini tiga puluh dua tips sederhana, namun penuh makna untuk pasangan suami-istri menuju kebahagiaan dan kelanggengan rumah tangga. Selamat mengkaji dan mencoba.

  1. Jangan pernah berasumsi!
  2. Banyaklah memuji, dan sedikitlah mencela!
  3. Ceritakan tiga hal positif dari pasangan Anda bila bertemu dengan teman!
  4. Ingat bahwa perbedaan adalah hal yang wajar.
  5. Selalu sediakan waktu untuk Anda berdua.
  6. Menikahlah dengan orang yang enak diajak bicara dan mau mendengarkan!
  7. Ingat bahwa hadiah terbaik untuk anak Anda adalah cinta terhadap ayah-ibunya.
  8. Bersikap adil, berbagi tugas dan kewajiban secara adil, sehingga tidak ada rasa jengkel akan kontribusi atau ketidakpedulian pasangan Anda.
  9. Jangan tidur dalam keadaan marah!
  10. Ingat, semua orang pernah bertengar, yang penting bagaimana mengatasinya dengan bijak.
  11. Sebelum berdebat, pertimbangkan apakah itu bermanfaat.
  12. Sepakat untuk berbeda dalam beberapa hal, tetapi saling menghargai dan melengkapi.
  13. Jangan sekali-kali pernah menyebut kata “cerai” kepada pasangan Anda!
  14. Apakah Anda ingin selalu benar atau ingin suatu perkawinan tetap utuh?
  15. Hargailah privasi pasangan hidup Anda!
  16. Ingat bahwa “Cinta seperti masa kanak-kanak di mana Anda harus belajar untuk berbagi.”
  17. Perkawinan bukan 50-50, tetapi dua orang yang memberi 100-100 setiap saat.
  18. Beri surprise kepada pasangan Anda dari waktu ke waktu.
  19. Jangan lewatkan kesempatan untuk “I Love You!”
  20. Berilah pelukan dan ciuman setiap hari (bila mungkin beberapa kali sehari).
  21. Cepatlah mengatakan “maaf” bila Anda salah, dan terbukalah selalu untuk “memaafkan!”
  22. Pilihlah orang yang Anda cintai dan cintailah orang yang Anda pilih.
  23. Jangan menceritakan hal buruk perkawinan Anda di depan umum!
  24. Jangan merahasiakan sesuatu dari pasangan Anda!
  25. Hormatilah selalu pasangan hidup Anda setiap saat!
  26. Ciptakan komunikasi yang baik, karena komunikasi merupakan sesuatu yang sangat penting!
  27. Jangan pernah menggunakan kata “selalu” dan “tidak pernah” dalai suatu pertengkaran!
  28. Boleh berdebat, tetapi jangan menggunakan kata-kata kasar sewaktu meluapkan kemarahan Anda!
  29. Bersikaplah realistis, karena dalam perkawinan ada masa indah dan ada masa sulit!
  30. Jangan meremehkan manfaat dari tertawa dan jangan takut untuk menertawakan diri sendiri!
  31. Jangan undang pihak ketika untuk mencampuri urusan perkawinan Anda!
  32. Jangan selingkuh, bila Anda tidak ingin pasangan Anda selingkuh!

Pola Hidup Baru yang Memulihkan

POLA HIDUP BARU YANG MEMULIHKAN

Oleh: Pdt. Heru Tri Budi.                                                     

 JLJKehidupan Kristen sejati digambarkan sebagai kehidupan yang baru. Yesus berkata, bahwa setiap orang harus dilahirkan kembali secara rohani. “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.” (Yoh. 3:7).

Kelahiran kembali dikerjakan oleh Roh Kudus ketika seseorang percaya dan menerima Yesus Kristus secara pribadi. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yoh. 1:12-13).

Di dalam Kristus kita adalah anak dari orang tua jasmani sekaligus anak-anak dari Bapa Sorgawi. Dari orang tua jasmani kita dilahirkan dalam daging dan tabiat berdosa yang melekat dalam diri kita, tetapi dari Bapa Sorgawi kita dilahirkan secara rohani dan tabiat baru, yaitu tabiat Kristus yang kudus dan benar ditanamkan ke dalam roh kita.

Tabiat lama yang berdosa masih bercokol di dalam kedagingan kita, tetapi tabiat baru berada di dalam roh kita. Ada konflik dalam diri kita antara keinginan daging dan keinginan Roh. Kehidupan Kristen kita yang murni adalah kehidupan yang berjalan di dalam keinginan Roh, dimana roh kita mengikuti apa yang dikehendaki Roh Kudus sehingga apa yang kita pikirkan, inginkan dan lakukan akan selaras dengan kebenaran Allah yang melahirkan damai sejahtera dalam jiwa kita.

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (Roma 8:5-6)

Keinginan daging dalam diri kita akan selalu merepotkan hidup kita dan membawa kita pada situasi atau keadaan yang membuat kita punya banyak masalah dan menjadi orang yang bermasalah. Hal ini tergambar jelas dari ayat-ayat di bawah ini:

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. (Galatia 5:19-21a)

Cara terbaik untuk mengalahkan keinginan daging adalah hidup oleh Roh. “…hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (Galatia 5:16). Hidup oleh Roh atau dipimpin oleh Roh berarti secara sadar dan sukarela kita menyerahkan pikiran, perasaan dan kehendak kita untuk menyelaskan dan mentaati apa yang diinginkan Roh Kudus kepada kita. Berlawanan dengan hidup menuruti keinginan daging, hidup menurut keinginan Roh/hidup oleh Roh/dipimpin Roh akan melahirkan kehidupan yang baik, berkualitas,  penuh sukacita, bahagia dan sehat. Hal ini tergambar sbb:

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. (Galatia 5:22-23)

Hidup oleh Roh membutuhkan keputusan dan komitmen yang tegas secara pribadi terhadap diri kita sendiri. Ada sebuah pola hidup baru yang kita kembangkan dalam hidup kita menggantikan pola hidup yang lama. Rasul Paulus memberikan kepada kita tiga langkah utama untuk melakukan perubahan pola hidup tersebut sebagai berikut:

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. (Roma 6:11-13)

Pertama, kita harus melihat siapa diri kita di dalam Kristus, yaitu orang yang sudah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus. Kedua, kita harus membuat keputusan tegas bagi diri kita sendiri untuk tidak dikuasai oleh dosa lagi dan yang ketiga, kita serahkan hidup kita dan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Perubahan pola hidup berdasarkan tiga langkah utama ini akan memulihkan semua aspek kehidupan kita bagian demi bagian sehingga seluruh kehidupan kita akan mengalami perubahan yang nyata dan tabiat Kristus akan memancar dari hidup kita. Untuk melakukan penerapan praktis kita bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bangunlah identitas dirimu di dalam Kristus. Identitas kita yang lama terbangun dari siapa orang tua dan leluhur kita, bagaimana status dan tingkat sosial kita, bagaimana pandangan orang lain terhadap kita dan bagaimana penampilan kita di depan orang lain.
  2. Milikilah konsep diri yang sehat dan benar. Konsep diri kita yang lama kita bangun berdasarkan kebutuhan untuk mengejar kasih dan penerimaan orang tua, keluarga dan orang-orang di sekitar kita, tetapi di dalam Kristus kita adalah orang-orang yang mendapatkan kasih yang tanpa syarat dan diterima apa adanya. Konsep diri kita bukan berdasarkan apa yang tidak diberikan oleh orang tua atau orang lain, tetapi apa yang telah diberikan Allah di dalam Yesus Kristus.
  3. Fokuskan hidupmu pada tujuan Allah yang kekal. Manusia lama kita terfokus pada keinginan untuk memuaskan hawa nafsu kedagingan, tetapi manusia baru kita dirancang untuk kekekalan. Untuk itu kita harus memiliki fokus hidup pada tujuan kekekalan Allah. Apapun yang kita pikirkan dan lakukan harus kita pastikan memiliki dampak kekekalan dalam hidup kita.
  4. Hindari atau tinggalkan hal-hal yang bisa membangkitkan keinginan dagingmu. Ada area-area tertentu dalam hidup kita atau orang-orang tertentu yang bisa membangkitkan keinginan daging kita secara kuat. Kita wajib mewaspadai hal ini sebagai bahaya yang harus kita hindari atau tinggalkan. Setiap orang memiliki daerah bahayanya sendiri dan berbeda satu dengan lainnya. Mungkin area berbahaya itu terkait dengan pekerjaan, hobi, komunitas, hiburan, kebiasaan-kebiasaan buruk seperti judi, kemabukan, narkoba, dsb. Apapun itu, kita harus membuat keputusan tegas bagi diri kita sendiri untuk menghindar, meninggalkan dan mencari alternatif yang lebih aman dan sehat.
  5. Jadikan ibadah dan kegiatan rohani sebagai sesuatu yang mendapatkan prioritas. Cara terbaik untuk bisa menghindari dan meninggalkan hal-hal buruk adalah melakukan hal-hal baik lebih banyak. Ketika memberikan waktu dan perhatian lebih banyak tentang ibadah dan kegiatan-kegiatan rohani maka kita tidak sempat berpikir atau tidak punya waktu lagi untuk melakukan hal-hal yang buruk atau berpengaruh buruk dalam hidup kita.
  6. Jadikan waktu saat teduh sebagai agenda utama setiap hari. Kesibukan akan melahirkan kelelahan, kelelahan akan melahirkan tekanan dalam jiwa kita sehingga secara mental dan emosional kita menjadi tumpul dan sakit. Agar jiwa kita selalu segar, roh kita kuat dan tubuh kita sehat, maka kita harus menjadikan saat teduh sebagai agenda utama setiap hari. Jangan jadikan saat teduh hanya sebagai ritual tanpa makna di sela-sela kesibukan kita yang melelahkan, tetapi agendakan waktu saat teduh secara khusus dimana kita bisa benar-benar bisa memiliki waktu yang teduh (tenang) dan tubuh yang nyaman sehingga kita bisa fokus berdoa, membaca firman Allah, merenungkan dan melakukan refleksi diri. Waktu saat teduh akan menjadi waktu yang menyegarkan jiwa, membangun iman dan mengalami pencerahan hidup jika kita melakukannya dengan benar.
  7. Jadilah pelaku firman Allah dimanapun berada. Masalah banyak orang adalah belajar banyak dan tahu banyak tetapi sedikit melakukan. Kalau kita ingin hidup kita selalu masuk dalam proses pemulihan Allah maka kita harus menjadi pelaku firman Allah sebanyak yang kita pelajari. Apa yang kita tahu harus kita praktekkan di dalam kehidupan sehari-hari kita secara nyata, baik itu di rumah, di pekerjaan/pelayanan, di sekolah, di gereja dan dimanapun kita berada. Jadilah orang Kristen dimanapun Anda berada. Karena Anda adalah surat terbuka Kristus bagi dunia (II Korintus  3:3).

Lebih dari semuanya, Andalah yang memutuskan dan memilih apa yang Anda anggap terbaik bagi diri Anda sendiri. Keputusan dan pilihan kita hari ini akan berdampak untuk masa depan Anda dan dalam kebenaran Ilahi bahkan dinyatakan, bahwa apa yang Anda putuskan dan pilih akan berdampak dalam kekekalan Anda. Ketika Anda memutuskan untuk meninggalkan pola hidup yang lama dan menekuni pola hidup yang baru maka Anda sedang memberikan yang terbaik untuk hidup Anda saat ini, untuk masa depan bahkan untuk kekekalan Anda. Proses pemulihan Allah yang akan merubah Anda menjadi serupa dengan diri-Nya bukanlah sebuah fantasi tetapi merupakan kebenaran yang bisa Anda alami. Terpujilah nama-Nya yang kudus! (htb/V/2014)

Baca 4858 kali

seko-pemulih

Tim Kirbat Baru

Pemimpin Redaksi
Pdt. Heru Tri Budianto
Penasehat
Persekutuan Imamat Diaspora
Keuangan
Martisto Satyanaraghana
Elisabeth Lumban Raja
Administrasi
Yenny Meylanova
Distribusi
Aris Agustam

Sekretariat
Grand Boutique Center Blok C/41
Jl. Mangga Dua Raya Jakarta 14430

Kontak:
Aris (021) 612 3002
Nova (021) 5015 3002
Fax (012) 612 3004
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Menjadi Mitra Kami

Menjadi Mitra Kirbat Baru dalam menggenapi panggilan Tuhan untuk menjadi berkat bagi Indonesia.

Tentang Kirbat Baru

Kirbat Baru merupakan pelayanan literatur berupa renungan dan jurnal rohani dwi-bulanan yang dikemas secara tematik untuk memudahkan orang percaya fokus bertumbuh dalam setiap area kehidupan secara progresif. Lembar catatan dan pokok doa menjadikan Kirbat Baru sebagai jurnal rohani untuk orang percaya dalam mengevaluasi perjalanan rohaninya.

kirbatbaru-home